Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan

31 Juli, 2008

Dua sajak Julius Yusidjaya



RINDU 1

betapa banyak mimpi
menerjang-nerjang dinding kamar
sudah selesai musim badai, lewat jendela
langit bersih sekali, kelompok burung
beberapa kali berterbangan entah pulang entah pergi
aku di sini mengeja namamu lirih
seakan kau yang melintas di luar: kutunggu

hanya sepi



RINDU 2

senja. pohon-pohon randu yang meranggas
telah bersemi kembali, entah untuk keberapa kali
sejak kau pergi, langit lembayung serta angin
membekukan atap rumah
aku pingin turun hujan
bagai cadar di jendela
setelah menutup korden, menyalakan lampu
berbaring di ranjang, menangis kecil
membayangkan wajahmu

samar

29 Juli, 2008

Sajak-sajak Salimi Ahmad


SAJAK IBU

1
di jantung ibu, ada kasih yang putih
dan senantiasa putih
walau kita kerap menorehkan warna warna
berulang kali - berulang kali

2
hati seorang ibu bersemayang di batas cakrawala
garisnya membujur tiada berhingga
memberi batas akan sebuah peristiwa

hati seorang ibu bersemayam di batas cakrawala
menjadi petunjuk bagi yang mau memahaminya
yang setia menuntun sukma agar sampai pada yang baka
meski dirinya sendiri ikut terbelah dua

1981


SUNGAI

Sungai
mulutnya lapar mengalir
dalam badan ia menyusup dalam gelisah
ia mewartakan nestapa para darah

ia mengalir lapar dengan mabuk
merambah jalan hari tua

ia merentang sukma matahari luka
ia lebih luka
menahan langit tercinta
mengaliri hujan ke mana-mana

Sungai membiak
menjarah setiap bara
mengangkut setiap sampah kedalaman
tanah musim ihwalnya

ia menderas ngilu menahan kelu
siapa kata ia membisu ?

ia lapar kini
sepanjang hari mencari laut
bahasa
MU
!

1981


KUPERCAYA

kupercaya cinta takkan membunuh
diriku dan dirimu
sebab ia datang bukan karena
panggilan badan
sebab kerinduan telah membangunkan
kehendakku - kehendakmu
dalam penerimaan

demikian getar sukma membilang
terbangkit padamu
menyusup padaku

kupercaya cinta yang membesarkan
diriku dan dirimu
jika pun ia mendekat bukan karena
kewajiban alam

sebab kesadaran akan mengulang
harapanmu - harapanku
menjadi pergaulan

langit dan bumi
senantiasa menghembuskan nafas benih
kau dan aku
mengolahnya lantaran kasih

1983


MELIHAT CERMIN

melihat cermin
aku seperti memandang bayang-bayang
bayang-bayangku sendiri, tentu, jelas terpampang
yang tersentuh tapi tak bisa kusentuh
yang terusap tapi tak bisa kuusap
yang terpegang tapi tak bisa kugenggam
yang demikian dekat tapi sukar sekali kudekap
yang kutahu tapi tak kutahu
bagaimana ia bisa tahu aku
yang memandangiku tapi tak bisa melihatku
yang menyongsongku tapi tak bisa mengambilku
melihat cermin
aku seperti memasuki putaran waktu
tiada henti, tanpa ujung, tapi kutahu
aku akan sampai pada ujung

22-8-1994



KESETIAAN

Kesetiaan ialah
langit yang kita pandang
luas terbentang, yang biru membiru
dan padanya burung-burung
bebas beterbangan mengantar sukma
menjelajah hingga ke batas angkasa

Kesetiaan ialah jagad yang hidup
oleh jiwa penerimaan, ruang di mana
tempat bintang-bintang
berkedip dan kenangan jadi kasih yang
abadi. Ialah air yang gemericik menyejukkan
manakala wajah terusapnya, setiap kali
selalu memberi arti kebahagiaan
Ialah sukma yang membilang
dan padanya kita tenggelam
dalam lautan penuh damai
meski selalu bergelombang

1989/1991


KUHARAP APA

kuharap apa dari sajak? Uang
tak seberapa. Pikiran tambah gila
membongkar kata. Belum tentu
yang membacanya ikut suka

malam-malam
jiwa semakin rontok
dihantam salesma

tubuh tambah ringkih
tercenung lama
mempertimbangkan Kata
mengupas luka. Dan
di batas rasa lelah
harga sajak tetap saja
yang paling rendah

jika pun ada yang tersisa
mungkin gema nurani
yang tak mau mati-mati
walau diguncang inflasi

1994


15
tidakkah rahasia ada dalam dada
yang membangkitkan sukma mengasah
agar wajah bisa berkaca

tidakkah rahasia ada dalam dada
yang tersimpan secara tersembunyi
dan tak seorang pun kan tahu
bila kita sendiri tak
mengaduh


16
di manakah
letak matahari
sesungguhnya ?

perjalanannya, tetap saja
seperti dulu
melintasi Timur dan Barat

jika Timur diberi kecerahan
di hari ini
Barat dalam kegelapan

jika Barat diberi kegemilangan
di hari ini
Timur dalam kesenyapan

jika keduanya cerah benderang
tidakkah ini menyalahi hukum alam ?

jika keduanya cerah benderang
di manakah letak matahari
sesungguhnya?

Timur dan Barat
tak mungkin dapat digabung-gabungkan
meski diguncang isyu global


18
dalam setiap perjalanan
selalu tersimpan cabang cabang jalan
arah mana yang diambil
hendaknya sesuai dengan tujuan

dalam setiap perjalanan
selalu muncul tikungan tikungan
jika ingin aman, patuhi saja
rambu-rambu yang terbentang
kemudikan hati dan pikiran
sesuai yang ditunjukkan
agar diri terhindar
dari kecelakaan dan
masuk jurang

dalam setiap perjalanan
sesungguhnya ada saja yang harus
ditanggungkan
sebab, dalam setiap perjalanan
selalu harus dimunculkan keberanian-keberanian
menempuh segala ancaman
selama gas ditancapkan


34
GRAVITASI

apapun yang kau lemparkan
jatuhnya akan ke bawah

cita-cita yang tumbuh di kepala
dan berjuta kemuliaan yang kau tanam
akhirnya akan berpulang pada
jejak langkah

demikian awal kejadian
yang terbawa padamu
dan kembali kepadamu
tanpa berkurang
sedikit juga